konflik tanpa skrip saat LO *Learning Official* tampil ke depan….
*latar: feskow Welcoming Party…Paduan Suara Mahasiswa 2008*
*biar tau latar belakang kejadian ini, baca dulu postingan gue sebelum ini*
Senior2: “aduhh…ini kok anak2 barunya busuk- busuk semua gini sihh!! Mana coba LO-nya kita pengen tau!!! Jangan-jangan emang dari LOnya juga udah busuk!!!
Coba-coba…mana LOnya coba…maju ke depan…kita tes cobakk..se oke apa sihhh!!!”
LO maju dengan tampang ingin gantung diri…diiringi dengan hujatan-hujatan dan makian senior-senior yang berasal dari lubuk hati terdalam…disela-sela cacian yang menghujam…para senior telah menatap satu demi satu LO dengan pikiran2 sadis berloncatan di kepala mereka “hummm…siapaaa yaaa yg mau gue kerjain jadi conductoooooor…hihihi…iqbal out of list pastinyaa..”
para LO berbaris di depan dengan formasi Sopran Alto Tenor Bas dengan kepala menunduk,,,tertunduk…tuhaaaan jangan aku yang ditunjukk…
Senior: “oooohhh…ini LO-LO yang ngajarin anak baru…ini anak-anaknya yang goblok ato LO-nya yang nggak becuss..cobak kalian nyanyi…siapa conductornya cepet maju..”
kami para LO menatap iqbal dengan mata berkaca-kaca, dahi mengerenyit dan bibir konflik bergetar…kami memelas sambil mengirim telepati “selamatkan kami bal..pliss…plisssh…hidup mati kami di tanganmu!!!”…iqbalpun melangkah maju ke depan…
tiba-tiba….
salah seorang senior berkata: “iqbal?…jangan iqbal deh ..coba yang lain..”
doenggggggg……muka para LO tiba-tiba pucat pasi…aura hitam lekat di dahi kami… terutama gue yang oleh anak-anak PSM dianggap berkemampuan otak di bawah manusia purba dan sering di underestimate-kan…khakhakhak jeritan hati…*dan gue akui dalam masalah bermusik kemampuan gue emang sangat di bawah yang lain.*…
iqbal pun menatap kami dengan sorot mata prihatin akan apa yang akan menimpa conductor selanjutnya yang ditunjuk…dan diapun kembali ke barisan LO…
….kemudian….terdengar beberapa nama disebutkan…dan samar2 gue mendengar suara seorang wanita dengan lembut dan manisssssh menyebutkan sebuah nama “bila aja”…damn!!! jantung gue bekerja di atas normal…berdegup dengan tempo ‘presto’… gue wishpering dalam hati “tuhaaaaan…smoga gak ada yg denger..plisss help me God!!”…
Tiba-tiba….
suara kang iman menghancurkan harapan gue “IYA…COBA BILA AJA”…disusul dengan senior2 lain.. “iya..iya…Bila aja cobak”….. *miniatur gue yg berdiam di otak teriak-teriak histeris dengan tangan nempel di pipi dan lompat-lompat panik ngelilingin otak “TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK”*
.
….sekejap waktu berhenti berputar…seisi ruangan pun berhenti bergerak…begitu sunyiii *lebay mode on* dan pikiran gue melambung ke sehari sebelum feskow…saat gue dan anak2 LO lain bersenda gurau…memikirkan siapa yang kira-kira bakal jadi conductor saat feskow. Kamipun memikirkan gimana kalo gue yang ditunjuk jadi conductor…dan semua orang yang ada disitu ketawa cekakakan. Aldo heri berkata “ kalo teh bila yang jadi conductor kacau semuaaa…gak kebayaang”…mereka bertanya..kalo gue disuruh ngonduct apa yg bakal gue lakukan…hahahah… dan gue menjawab kalo gue bakal memasang mimik kaget yg sering digunakan dalam serial telenofela dan berteriak “APAAA…AKU JADI CONDUCTOR?”…lalu bola mata gue perlahan menghilang…dan akhirnya gue pura-pura pingsan…yaaa…yaaa…mendengar jawaban gue gelak tawa pun menggelegar dari mulut kami…dan detik ini gue baru sadar bahwa itu adalah tawa yang sangat SOMPRAL!!!
Waktu kembali berputar di ruang feskow…suara2 riuh kembali terdengar…gue tersadar dari lamunan…gue melangkah ke depan dengan mimik ½ PANIK yang coba ditutupi dengan 1/6 mimik sok nyantai, 1/6 nyolot dan 1/6 mimik pengen mutilasi kang iman… gue berbalik menghadap para LO dan membelakangi anggota baru yang duduk terdiam…mencibiri akting natural kami dengan antusiasme menonton sinetron tersanjung 8.
gue bersiap ngonduct…saat menatap para LO dan senior, tangan dan kaki gue tiba2 gemeteran…damn PANIC ATACK gue muncul di saat yg gak tepat… gue melihat dengan samar para LO menunduk menahan tawa…dengan linglung gue meminta garpu tala *alat yg berbentuk seperti garpu yg jika dijedotkan ke sebuah benda, dia akan mengeluarkan sebuah bunyi…biasa digunakan untuk mengambil nada* dari salah seorang LO…dan gw pun bertanya dengan panik “ini garpu tala apa?”… beberapa menjawab “C atas!!”…seketika badan gue dingin garputala terlepas dari tangan gue… gue pun menunggingi anggota baru dan mengambil garputala itu…saat akan berdiri…tiba-tiba orang2 disekeliling gue nampak menjauh dan mem-blur….seperti di film-film lebay asal jepang…gue gak bisa melihat dan berpikir jernih… lagu hymne universitas kami yang bernada dasar 1=D…dan gue ngambil nada dengan garputala 1= C… gue membunyikan nada yg gue tangkap dari garpu tala…*yang kemudian dibilang suara gue waktu itu bervibra…yaaaa….yaaaa…..bervibra dari ujung kepala ampe ujung kaki gueeeee*…
tapi setelah membunyikan nada itu…gue gak langsung menggerakkan tangan untuk ngonduct…otak gue sedang bergelut memikirkan nada awal lagu hymne kami yaitu 5 *sol* di D, gw bingung 5 *sol* nya ada dimanaaa…. gue gak bisa berpikir jernih…gue gak nemu solnya dimana…gue mulai membunyikan sembarang nada untuk mencari nada sol…*yang notabene membuat para LO,bbrp senior dan panitia tak sanggup lg menahan tawa…mereka batuk2,,memalingkan muka ke belakang, pura-pura bersin…yaaa…mereka sedang mencari celah untuk tertawa tanpa ketauan*….
akhirnya sebuah suara nyolot dari senior membebaskan gue dari siksaan lahir-batin ini “Pantesan…anak2 barunya nyanyinya busuk!! LO-nya aja gak becus!!!udah kalo gak bisa ganti aja!!!”… gue pun dengan segera menyerahkan garpu tala ke tangan Andha…dan mengestafetkan tongkat siksaan padanya… gue kembali ke barisan LO dengan mimik sok tegar…padahal miniatur dlm otak gue sedang berlutut dg mimik gondok dan putus asa sambil ngejedot2in kepalanya ke dinding otak gw…
gue malu ¼ idup… terlihat TOLOL di depan anak2 kelompok 6 yg gue LO-in…apa pikiran mereka tentang gueeee…pasti mereka menyesal diajarin LO dongo kaya gw..pasti mereka putus asa membayangkan masa depan suram mereka di PSM gara2 diajarin LO super goblok kaya gue…
Pagi harinya…setelah anggota baru resmi dilantik dan telah sadar bahwa kejadian marah2 semalam adalah skenario… gue dan pandia pun menghampiri anak2 kelompok kami dan gw menghampiri mereka dangan menyimpan rasa gondok…tapi… saat kami mendekat…mereka langsung tertawa2 sambil tepuk tangan dan berkata “wuiiiiii…teh bila selamat yaaaa…udah jadi artiss!!!”…gw “ha??”…mereka “iyaaa….teh bila aktingnya semalem oke banget…nangisnya natural banget!!!”…..dan tawa terhambur dari mulut mereka…gw pun hanya bisa menatap mereka sambil meringis pengen boker dengan bibir sebelah kanan sedikit terangkat lebih tinggi…dan ikut tertawa bersama mereka dengan perasaan LEGAAAAAAAAAAAAA








